
Beberapa waktu lalu saya (dan partner) maen ke salah satu rumah makan ternama di jogja. Sore itu, kebetulan lagi sepi pengunjung. Tapi ada seorang anak perempuan mondar-mandir, mungkin anaknya pemilik ato pengelola rumah makan itu.
Anaknya agak gendut, berkacamata, dgn rambut keriting yg dikucir belakang. masih pake seragam pramuka, mungkin sekitar kelas 4-6 SD. sebut lah anak ini sebagai ”si kecil”
Dia berjalan dengan dada membusung, yang artinya ada dua kemungkinan : satu, dia sedang dalam masa pubertas, peralihan dari masa anak-anak menuju remaja, di mana ”dadanya” emang mulai berkembang. ato kemungkinan kedua, yg dalam bahasa nonverbal, membusungkan dada dapat diartikan sebagai sikap ”arogan” atau ”sombong”.
Saya gak begitu tau persisnya.
Dan gak penting juga utk dibahas.
Heheee..
Si kecil sempat menghilang beberapa saat, kemudian dateng lagi sambil bawa papan tulis kecil. Dia mendekati salah seorang mas2 pelayan di situ.
”eh, sini kamu!! Kamu itu harus belajar ini!! Ngerti gak? Ini namanya matematika! Kamu harus belajar ini, itu ngapain kamu?”
Begitu kata si kecil sambil nunjuk2 papan tulis yg dibawanya