Tampilkan postingan dengan label Just my feeling. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Just my feeling. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 Oktober 2011

Tujuh..


tujuh.. adalah tingkatan langit yg menaungi kita
.
tujuh.. adalah sebanyak warna pelangi yg terbersit setelah hujan.
tujuh.. adalah lapis bumi yg kita pijak.
tujuh.. adalah rumah terindah dari Nya untuk para penghamba
.
tujuh.. adalah jumlah hari yg kita lewatkan bersama.

tujuh.. adalah bulan yg mulai ku hitung sampai nantinya kita bertemu
.
tujuh.. adalah akhir penantian hingga akhirnya bersisa selamanya
.

di awal yg ketujuh.. maka hidup kita akan dimulai, berdua.
maka kita akan terbangun dari mimpi untuk membuatnya nyata.

seperti datangnya siang dan malam,
seperti sungai mengalir bermuara,

seperti matahari yg terbit dan terbenam,
sebagaimana hidup berjalan untuk kita,

dan membawa langkah pada satu titik takdir yg sama

seperti terucap dalam setiap doa.
aku. dirimu.
satu.
di awal yg ke tujuh..

di yg ketujuh menjadi satu.
di yg ketujuh mulai dari satu.
tujuh. kita bertemu saat itu.

:)



*i dedicate this post to you.. my special one

Rabu, 21 September 2011

Untold Story..



pada suatu ketika, kami adalah jiwa yg berserak. terpisah ruang, waktu, dan terutama rasa..
hingga akhirnya menjadi dua pasang jiwa yang terikat dalam empat raga. yg pernah tertawa bersama, dalam sebuah perjalanan bernama kehidupan.

dua pasang. berjalan bersama, sepasang-sepasang, namun menapaki titian rel yang berbeda. kami membiarkan mereka berjalan di depan, dan kami belakangan.

ketika jalanan di depan mereka mulai sulit dilalui, ketika langkah mereka mulai melambat, kami berhenti. tidak membiarkan diri kami mendahului meski itu berarti perjalanan kami menjadi tidak selambat yg seharusnya.

Senin, 05 September 2011

Cinta dalam sekotak nasi goreng



pagi ini. jam 4.50, selesai sholat subuh.
baru inget kalo kemaren udah janji mau membuatkan bekal utk si abang. niatnya siiii mau bikin roti tawar goreng isi coklat-keju, apa daya kehabisan telor ayam. cuma ada sebutir telor ayam kampung nan mungil. mana cukup utk bikin setidaknya 4 porsi roti.
tengok magic jar, hmm.. masih ada banyak nasi. akhirnya terpikir bikin nasi goreng telor ceplok aja lah..

"cooking is passion, art, and attitude" kata chef mandiv. kata saya sih.. "memasak itu yg penting harus pake hati"
dan akhirnya, dgn sepenuh hati, di dapur yg gelap gulita krn kebetulan lampunya tiba2 mati itu sy masak. oh, bukan.. lebih tepatnya "memasak utk seseorang". mmm.. "seseorang yg spesial", if i may add.. :)
ceplok telor, goreng nasi, dengan ditambah kecap dan saos sambal, seperti kesukaanya. memasukkan bekal sederhana dalam sebuah kotak makan, dgn menambahkan tulisan di atas sebuah kertas berbentuk hati "hope you like it.. enjoy.. :)"

Jumat, 18 Maret 2011

#100happiness



Beberapa hari yg lalu, baca twit dan postingan dari istri bawel tentang #100happiness. Hmmm.. tadinya sy pikir bakalan susah bgt utk nge-list 100 hal yg bikin sy bahagia. susah menyortir seratus dr banyak hal terbaik yg pernah terjadi dlm hidup ini.

Ternyata pas nyoba2 nulis, ga susah2 amat kok. Banyak di antara #100happiness versi sy ini yg hanya berisi hal2 sepele. dari sini sy belajar, bahwa kebahagiaan tidak selalu datang dr hal2 yg besar, dan tdk perlu didefinisikan dgn kata2 yg muluk2. kebahagiaan itu bisa datang kapan aja, di mana aja, bahkan dari hal2 kecil yg terjadi dalam keseharian kita.

selesai nulis, sy baru menyadari Tuhan begitu baiknya melimpahkan begitu banyak kebahagiaan dlm hidup sy.. ^_^

Kamis, 10 Februari 2011

Aku, kamu..



Begitu banyak manusia di dunia, kamu. Banyak yg mendekati magnetmu. Tapi mengapa kamu pilih aku? Krn cuma aku. Sebelahmu.

[RT @FiraBasuki]

Jumat, 04 Februari 2011

The proposal



penumpang : "ojek, mas.."
abang ojek : "ke mana, mbak?"
penumpang : "jogja, mas.."
abang ojek : "ongkosnya mahal, lho, mbak.."
penumpang : "berapa, mas?"
abang ojek : "jadi is*ri saya seumur hidup"
penumpang : "#$%@#&*?????!!!"



(picture by : sipusmeong)

Kamis, 05 Agustus 2010

Jogja.. The place where i belong, where i come home to..



“Hai, kerja di mana sekarang?”
“Ah.. masih di jogja kok.. kamu?”
“Jakarta”

Sepenggal basa-basi yg sering terlontar saat ketemu teman lama di dunia maya.
Ya, saya masih di jogja. Dari masih orok sampe segede ini. Saya memang gak pernah ada niat meninggalkan Jogja. Cari kerja pun cuma di perusahaan2 Jogja atau penempatannya deket2 jogja. Berbeda jauh dg teman2 lain yg banyak mengincar perusahaan besar yg kebanyakan di Jakarta, bahkan luar jawa.

Jakarta.
Pernah beberapa kali dateng ke sana, terakhir pas tes wawancara di sebuah perusahaan. Masih terasa jelas, begitu kaki ini menginjak tanah Jakarta, ada perasaan bahwa saya gak mau dan gak akan betah tinggal di sini.
Makanya, saat gak lolos tes final bukannya nangis2, tapi senengnya setengah mati. Alhamdulillah, gak jadi hidup di sana. Bahkan seorang teman yg saat itu bareng2 tes pun malah heran “gak keterima kok malah seneng sih?”

Sebuah tantangan memang, utk memilih bekerja di Jogja, yang notabene perusahaannya relatif lebih kecil dengan gaji tidak seberapa. Dan butuh sebuah keberanian utk tetap percaya dg apa yg sy yakini, bahwa sy bisa tetap bertahan di sini.

Alasan yg sedikit cengeng memang.
Kalo sy menginggalkan jogja mk sy tidak akan pernah bisa merasakan kecupan hangat, secangkir teh, dan sekedar pertanyaan “pengen dimasakke opo, nduk?” setiap pagi dari ibunda tercinta
Tidak bisa berdebat panjang lebar atau sekedar pertanyaan “Balik jam piro? Wis tekan endi?” dr bapak ketika sy terlambat pulang
Tidak bisa menikmati jalan2 pagi, sebungkus kunir asem dan sebatang jagung rebus di hari minggu
Tidak bisa menikmati segelas es renjuk, sepiring omlet mie, dan sebuah percakapan ringan dengan si tukang ojek
Tidak bisa menikmati berdesak-desakan di bus jalur 15 dan 76 jogja-wates.

T.I.D.A.K. B.I.S.A. M.E.N.I.K.M.A.T.I J.O.G.J.A

Sy bertahan utk itu.
Utk sekedar ngeroki punggung saat ibu masuk angin
Sekedar mencium tangan bapak sebelum naik bis
Sekedar menghirup udara pagi di kota kecil ini
Sekedar merasakan nikmatnya tertawa dan menangis bersama dia, yg juga bertahan di sini, utk sy..

Sebagian orang menilai sy terlalu naif dan bodoh, menyia-nyiakan kesempatan yg jauh lebih luas di luar sana. Kerja di luar kota bisa dapet gaji jauh lebih besar. Tapi bukan itu yg sy cari. Sy cm ingin merasakan kebahagiaan, ketenangan dalam setiap kebersamaan dg mereka.

Tapi ini adalah pilihan..
dan sy tidak akan pernah menyesalinya

Senin, 02 Agustus 2010

To love somebody, to love my shoes..

Si coklat.
Ini sepatu dibeli hampir 2 tahun yang lalu. Dari warnanya masih coklat sampe sekarang sudah butut.
Anehnya, sampe sekarang belum ada niat untuk mempensiunkan si coklat ini.
Hmm.. as always, selalu merasa berat melepaskan sepatu kesayangan.
Buat sy, memilih sepatu itu seperti memilih pasangan.
Dilihat bentuknya, ukuran, warna, dicoba, klo udah bener2 pas dan nyaman, bakalan susaaaaaaahhh bgt utk membuangnya

Ganti sepatu (untuk selamanya) rasanya seperti ada sesuatu yg hilang, dan gak bisa rela melepaskan dalam waktu singkat.
Seperti putus sm pacar. Gak bisa sesingkat itu melupakannya, gak bisa sesingkat itu menggantikannya.

Kemaren ada yg nawarin kartu member sebuah merek sepatu terkenal “Cuma 15 rb kok, dek.. bayarnya bisa cicil 3x”
Iye, cicil 3x, tapi harganya berapa ratus ribu tuh?
“Ng, gak dulu deh..” jawaban simpel

Maaf.
Saya gak suka gonta-ganti sepatu.
Seperti saya gak suka gonta-ganti pacar.

Sekalinya cocok, bisa bertaun2 baru beli sepatu
Tapi, sumpah.. sekalinya cocok, sy gak pengen ganti pacar lagi

Jumat, 23 Juli 2010

treat her like a lady

if u treat someone, different, better then the others, it called "special"
but..
if u treat someone, the same as the other, can it (still) called "special"???

boys..
in case u failed to notice, i just remind you that :
every lady likes to be treated specially

so, treat her right, will u?

Selasa, 06 Juli 2010

Sesimpel cinta monyet..


“.. Ya Allah, aku suka sama Dani
Ternyata TPA menyenangkan sekali Ya Allah
Karena aku bisa ketemu Dani..”


Itulah sepenggal goresan si kecil di dalam diarynya. Hehee.. ternyata adekku yg masih SD ini sudah mengenal cinta monyet. Yah, walopun dia bukan monyet jg sih!!

Jadi inget masa2 kecil dulu. Sesimpel itu kita menyukai seseorang. Hari ini suka sama si A, bisa jadi besok suka sama si B.
Adekku nulis di diary-nya klo suka sama Dani, besoknya nulis : “Ya Allah, aku suka sama Rifky..”
Sementara, kita, orang dewasa.. butuh waktu gak cuma sehari untuk berpindah ke lain hati. Gak cuma sebulan, gak cuma setaun, bahkan mungkin emang GAK BISA ke lain hati.

Adekku bilang :
“.. tadi malem aku nangis mikirin kamu, Dani..”
Besoknya dia nulis :
“.. aku nangis inget kamu, Rifky..”
Sementara kita, orang dewasa.. hari ini nangis gara2 seseorang, besoknya bisa nangis lagi gara2 orang yg sama.

Dani bisa membuat si kecil uring-uringan, (katanya) marah2 sendiri lah, nangis2 gak jelas lah.. Sedikit mirip dengan apa yg sering kita alami. Melakukan kebodohan yg sebenernya emang kita tau klo itu bodoh (???). Things that u do when u miss someone : mulai dari cek hape berkali2, buka2 fb-nya, buka2 sms-nya yg udah kemaren2, liat2 foto2nya..
Dan akhirnya berujung pada sebel sendiri, gemes sendiri, padahal yg disebelin jg belom tentu tau. Bener kan, kaya orang bodoh..

Si kecil akan jatuh cinta berkali-kali. Dia akan menemukan pengganti Dani, pengganti Rifky, pengganti-penggantinya-dani-dan-rifky..
Dan kita???
Sebagian bahkan terlalu sulit untuk mencari pengganti untuk seseorang di masa lalu. Bahkan ketika dia sudah menemukan penggantinya pun masih sulit untuk melupakan masa lalu


Yes,
As we grown up, life would be more complicated..